Rabu, 09 Juli 2025

Gunung Sindoro: Menenangkan Diri Bertemu Dengan Alam

    Keseharian dari padatnya jadwalmu mengahantui pikiran yang panjang. Kehidupan dalam masa perkuliahan dengan ditambahnya beban mengurus segala tanggung jawab yang kamu pikul, membuatmu mengambil langkah untuk mengasingkan diri bertemu dengan alam
Menurutmu, kembali bertemu dengan alam adalah satu pilihan yang kamu buat untuk menghilangkan sebagian beban yang sedang kamu pikirkan. Melihat keindahan alam luas akan menyingkirkan pikiran yang berat buatmu
Tujuanmu adalah gunung, gunung menjadi tujuanmu untuk mengasingkan diri dan melihat kesegaran serta kehidupan lain yang tidak pernah kamu temukan di perkotaan yang padat. 
Dan kamu memilih satu gunung yang jauh dari tempat tinggalmu dan mendapatkan julukan gunung kembar, yaitu Sindoro kembaran Sumbing. 
Perjalanan dimulai dengan menaiki sepeda motor. Berangkat dari rumah melewati perjalanan yang panjang menuju tujuan akhir yaitu Basecamp Sindoro via Kledung, Temanggung, Jawa Tengah.
Keberangkatan dimulai pukul 18:15 mengarah Banjarnegara dan berhenti untuk mengisi bensin dan beristirahat sebentar. 
Yang saya pikirkan saat ini, bagaimana saya bisa menaklukkan puncak Gunung Sindoro ini. Saya menatap jalan yang saya lewati, terpikirkan apakah keputusan yang tepat untuk saya menenangkan diri dari riuh dan padatnya perkotaan. Cukup sudah waktu untuk beristirahat, perjalanan selanjutnya dimulai. Udara dingin memeluk tubuh yang sedang merasakan angin perjalanan menuju Base Camp. Terlihat olehmu, betapa gagahnya gunung yang akan kamu taklukan berhadapan dengan kembaran gunung itu, Gunung Sumbing namanya.
Kedunya memiliki ketinggian yang tidak jauh berbeda, kamu menatapi Gunung Sumbing dan kamu berjanji suatu hari nanti, gunung itu juga akan kamu taklukan seperti kembarannya. Keasrian selama perjalanan membuatmu terpana, berbeda dengan perkotaan. 
Ada enam jalur yang bisa ditempuh untuk dilewati, dan saya memilih jalur Kledung karna menjadi jalur yang ramai dilewati para pendaki, perjalanan sudah sampai menuju titik awal kakimu melangkah ke Gunung Sindoro, yaitu Base Camp pendakian Gunung Sindoro via Kledung.
 Jam menunjukkan angka 21:05 saya langsung membeli makan untuk bekal pendakian nanti

suasana ramainya basecamp Sinodo via Kledung
Setelah bersiap dan mengurus segala administrasi yang diperlukan kembali beristirahat sembari menunggu waktu diperbolehkan untuk memulai pendakian, jam menunjukkan angka 00:00 dimana waktu sudah diperbolehkan untuk memulai pendakian tektok, saya berangkat dengan dimulai oleh doa yang tidak pernah terputuskan. 
Melihat banyaknya ojek gunung yang ada disana, membuat saya memilih untuk menghemat waktu pendakian. Langkah kaki dimulai dari antara pos 1 dan pos 2, karna ojek gunung hanya bisa membawa sampai disana. Perjalanan dilalui dengan tanah yang basah, membuat langkah kaki menjadi sulit untuk  dilangkahkan. Ditemani suara dari pohon yang ditiup oleh angin, saya merasakan yang tidak pernah saya rasakan di tampat yang saya tinggali.
Saat sampai di Pos 2,  terlihat telah cukup ramai pendaki lain yang sedang beristirahat. Sebagian sudah ada yang lanjut berjalan menuju pos selanjutnya, yaitu pos 3. Perjalanan yang masih panjang saya hanya berfoto dan melanjutkan perjalanan. 
pos 2 via Kledung
Melintas antara pos 2 dan pos 3, trek menanjak tajam dan bebatuan besar menjadi rintangan selanjunya yang dihadapi. Langkah terakhir menuju pos 3 pun dilalui, terlihat sudah banyak tenda yang memenuhi area pos 3 ini. Melanjutkan langkah menuju pos 4 ternyata jalur semakin sulit, butuh tenaga lebih untuk bisa melewati perjalanan ini, sesampainya di pos 4 dan matahari masih belum terlihat, saya memutuskan untuk terus berjalan agar dapat melihat sunrise dari puncak. Dengan diterangi oleh cahaya senter dikepala dan dinginnya udara gunung, tidak membuat semangat luntur, tetapi membuat semangat tumbuh untuk menggapai puncak. Setelah perjalanan selama satu jam, terlihat cahaya matahari yang sudah menerangi, lengkaplah tujuanku menaklukkan Gunung Sindoro. Dari kejauhan terlihat gunung kembaran Gunung Sindoro yang gagah serta dikelilingi oleh samudra awan dari puncak Gunung Sindoro. 
Beberapa lama menikmati samudra awan dan berfoto dipuncak Gunung Sindoro, saya harus segera turun dan melanjutkan perjalanan kembali turun untuk pulang. Matahari telah terik menyinari alam semesta, saya berjalan untuk kembali turun dengan menikmati kesempatan berjalan ditemani oleh pohon-pohon rindang dan udara sejuk gunung. Perjalanan tidak mudah, rintangan demi rintangan saya hadapi untuk kembali. Dua jam perjalanan turun, membuat kerinduan saya terhadap alam bebas, alam yang sesungguhnya yang tidak bisa dijumpai di perkotaan. Sampai di Base Camp, lelah mulai terasa sangat lelah. Beristirahat sejenak sambil menuggu sore adalah keputusan yang tepat.
Menuju perjalanan pulang, merupakan langkah awal melanjutkan kehidupan sebenarnya diperkotaan.
Pagi hari yang berbeda, membuatku sadar saya telah pulang kerumah yang saya tinggali. Mempersiapkan diri untuk melanjutkan kehidupan yang akan saya lalui, dan merencanakan kembali menggapai tujuan-tujuan yang ingin saya capai.

Berikut beberapa dokumentasi saya selama pendakian ke Gunung Sindoro:
view sunrise dari puncak Gunung Sindoro

puncak Sindoro via Kledung

puncak Sindoro via Ndoro Arum

watu tatah/pos 4 yg menjadi icon iconic Gunung Sindoro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts